Setiap kata punya makna. Lalu kata demi kata dapat tertulis-terbaca-terlantun-terdengar mengalir seperti arus sungai beserta biota yang hidup. Tiap kata yang terurai bisa kita rangkai menjadi kalimat yang merangkum berbagai makna menjadi nyanyian bimbang atau puisi yang indah. Sekedar kalimat mungkin bisa terabaikan. namun siapa dapat menahan jari-jari yang menari dan membungkam hati yang bernyanyi?
Tuesday, March 15, 2016
di mana mimpi
sedang ada acara apa di sini? syuting sinetron?" inti dari otakku akhirnya buka suara, protes.
langit gelap, belum sama sekali tampak segaris jingga dari genteng berlumut. namun dari kejauhan telah ku dengar sayup-sayup toa bergeming. setiap ruangan masih diterangi lampu kuning temaram. kini dingin di kaki yang daritadi kurasakan telah terhangatkan yakin: pagi sebentar lagi datang.
"namun apa yang kau cari?"
aku memang sedang mencari-cari. apa yang aku yakini belum juga tampak. mimpiku masih baik-baik saja. wajar. padahal tiap terjaga aku rasakan hal yang aneh menyelimuti jantung. namun ternyata semua berjalan benar-benar wajar. tak kutemui air yang menetes ke atas. tak ada tragedi makan-memakan manusia di depan mataku. tak kulihat ubur-ubur berlari di daratan. ku tunggu mimpi buruk itu. sepertinya aku telah menjadi budak mimpi, dan aku tercandu sembah kepadanya.
aku selalu mencintai bunga tidurku. karena ia begitu intim. hanya kami berdua yang tahu. seringkali ingin ku bersenggama dengannya. hanya butuh konfirmasi. hanya butuh bayangan terang gelap. hanya, ia yang dapat memberi kepastian. dan aku masih menunggu jawaban.
namun apa yang ingin aku yakini belum juga nampak. sekarang sudah pukul empat empat tujuh. aku sudah tak semenyesal seperti sebelumnya yang melewatkan tidur di malam hari. suatu kemajuan pesat, terlebih mengurangi jatah menit melamunku. bagi tubuhku yang egois, ini adalah prestasi.
"semakin sukar memahamimu"
tidak untukku. biarkan aku mendramatisir segala rasa dan cecap lidah. kau yang berdiam di kepala, lakukan yang ingin kau mau. membunuh orang? mabuk sampai telanjang? atau berguling di pasir pantai bersama seorang pria tak dikenal. apabila ragu, sampaikan saja kepada mimpi.
ah aku, begitu merindukan mimpi di detik ini. tapi tidak ingin tidur.
mungkin harus ku minum pil mimpi. supaya gelisah ini segera berakhir.
Thursday, June 18, 2015
Kisah klasik
Kisah...
Sebuah kisah-kisah diajarkan, agar kelak, atau nanti saat matari berada diubun-ubun, kisah itu dipergunakan jadi pegangan bila keadaannya berpulang pada diri kita sendiri.
Bukan karma, melainkan arus kenyataan. Semua orang juga tahu kalau tak ada yang tidak mungkin. Bisa saja jam satu siang nanti kau mendapat hadiah rumah dari undian belanja. Atau menemukan uang limaribu di laci warnet. Atau bisa saja terkena kutuk yang tiba2 membuatmu terkena penyakit kulit yang disembuhkan dengan obat seharga dua juta. Atau putus setelah berpacaran 12tahun.
Sering aku mendengar orang-orang bercuap, berpikir-menemukan pemecah masalah untuk orang lain, menasehati dengan cakap. Begitu fasih layaknya ustad di bulan suci. Namun pabila satu jam kemudian datang masalah serupa pada si penasehat itu sendiri, mendadak kosong pikirannya. Lupa. Seakan di penghujung jalan buntu, ia hanya akan bertemu batu.
Masalah dan marah, siapa manusia di dunia ini yang tidak punya. Dan lupa. Siapa yang dapat menanggung. Mungkin dari situlah sahabat diperlukan. Ia yang akan memberitahu kalau dijalan buntu masih bisa berbalik arah dan amhil jalan lain. Tak ada kondisi tanpa penyelesaian di dunia ini. Bunuh diri pun merupakan penyelesaian, dengan resiko, mati tentunya.
Itulah guna punya sahabat. Yang tak akan buatmu mati sia-sia. Tidak hanya saling memperingati, namun sekedar diingatkan yang pernah diucapkan juga cukup penting. Tak seperti psikolog yang hanya dibutuhkan kala ada masalah. Tapi, apakah psikolog punya masalah? Apakah dia punya sahabat?
Wednesday, February 19, 2014
selamatpagi sahabatku
genteng-genteng rumah tetangga
mulai menandakan datangnya pagi
seperti biasanya
burung yang selalu merindukan pagi
mulai menari bermandikan cahaya
dan di dalam kamar
kalian kembali merapatkan selimut
karena pagi semakin
mengingatkan pada sebuah rasa
sejuk yang nyata
pagi, beserta sejuknya
selalu menggugah sukma
walau di balik selimut
yang menyembunyikan rasa
para sahabatku,
pagi ini terlalu cantik
untuk diisi dengan cacimaki realita
dan aku memilih untuk menyingkirkan selimut
jauh-jauh dari kulitku
agar emosi dapat segera terbekukan oleh dinginnya pagi
yang menyentuh menggelitik
pagi ini aku memilih untuk bernyanyi
pagi ini terlalu cantik
pagi ini tak pantas diisi dengan cacimaki
benz
20/2/14
Sunday, December 22, 2013
jumat pagi
pagi ini syarafku terlampau malas untuk menggeakkan tubuh menuju kampus. yah, seperti pagi-pagi yang kemarin. mataku terlalu bangga saat dapat menangkap momen matahari terbit, kuing-kucing yang sedang diberi makan, burung-burung perkutut yang hinggap di puncak genteng, atau seperti hari ini, hanya melihat ribuan tetes air yang turun dari langit.
mataku bosan melihat pemandangan kelas yang tertutup rapat, apalagi melihat dosen. sudah satu pekan penuh aku membolos kuliah, dan aku tidak menyesal sama sekali.
well, hidup tidak hanya untuk kuliah. apalagi sekedar memikirkan hitung-hitungan akuntansi. dunia terlalu sempit untuk menyudutkan diri ke kampus. mungkin hari ini aku butuh kopi.
pagi ini hujan tak kunjung berhenti. aku menyeduh kopi dan hangatlah tubuh yang lemas ini. payung-payung berwarna-warni, anak-anak kecil tertawa renyah meghiasi pandangku yang sedang rindu kampung.
hari ini di jumat pagi yang agung, aku merenung.
benz. 20/12/13
Tuesday, December 17, 2013
ada
dan taraa! kau kembali dalam kesendirian yang tak tertebak. seperti bertemu jurang di ujung jalan, dan kebahagiaan lenyap sudah berganti hampa. kosong tak berisi dalam kepala.
pram oh pram, benar katanya. di dunia ini manusia bukan berduyun-duyun lahir dan berduyun-duyun pula kembali pulang. namun seorang-seorang mereka datang. seorang-seorang mereka pergi.
lingkaran hitam
sahabatku oh, sahabatku. menyublimlah. lalu lewati lingkaran hitam yang berjeruji itu. lalu bangun imajimu yang penuh warna. nikmati realita yang bercerita.
Pagi yang minor
malas membuat tempurung kepala terasa semakin berat.
hari ini aku lagi-lagi mendengar berita tentang bencana-bencana yang tiada habis, dan di lain sisi ku lihat kau kembali bercerita. tentang hujan, tentang payung, tentang tanah basah tema hari ini.
nada-nada yang berurutan berjalan, dari mayor ke minor.
pagi ini selama satu-dua-jam ku serahkan perasaanku pada waktu.
waktu yang sendu.
21/11/13
diam
kadang diam jadi pelarian
emosi yang meledak tlah tertekan bungkam
lama-lama tenggelam
melebur
menjadi kepingan-kepingan kecil
lalu larut bersama laut
berwarna biru kelam
Urusanku
ini tangan, tanganku
oh bukan punyaku
tapi punya-Nya
dan bukan punyamu
maka aku dapat menggunakannya
jika Ia menghendaki
bukan kamu menghendaki
19/10/13
Puisi tentang gelap
untuk menuju cahaya yang lebih terang
tak hanya ada harap
kelam terlalu mencekam untuk diam
gelap, hitam, kelam
tak selalu mengerikan
namun memberikan hipnotis
seakan-akan gelap adalah efek jatuh
dan yang dapat dilakukan hanya keluh
gelap kini bukan jadi alasan
karena gelap hanya sebuah tahap
dan cahaya bukan hanya janji dan harap
hanya ada satu jalan untuk mendapatkannya
bergerak
Jogja 19/10/13
Friday, October 4, 2013
Mabuk mata
Hari ini aku mabuk mata, setelah terlelap begitu lama di antara mereka yang justru membuka mata dan saling berkata.
hari ini semua tampak indah di mataku..walau hanya sekedar melihat bintang yang jarang, lampu yang temaram, tatanan lantai yang simetris, kasur yang mulai mengempis, tumpukan kertas yang acak, coret-coretan tersembunyi di dinding, atau jam yang tak berhenti berdetak-yang jarum jam nya menunjuk angka empat, jarum menitnya menunjuk angka sepuluh, dan jarum detik yang terus berputar-putar dengan semangat.
begitu juga dengan malam..gelap malam.. aku tak tidur malam ini, dan aku dapat melihat segalanya, dan aku dapat mengamati hal terkecil dengan jelas, seperti setitik abu yang menempel pada keyboardku..
Jika sekarang adalah pagi, atau siang, atau sore, atau malam, mungkin akan ada banyak celotehan yang keluar dari orang-orang. namun kali ini orang-orang sedang tidur, maka aku bisa jungkirbalik di jalan raya, telanjang di ruang tamu, atau melangkahi kepala orang-orang yang sedang tidur. hihi.
Namun kali ini aku sedang mabuk mata. aku lebih ingin mengajak mataku membidik hal-hal yang sering tersepelekan, memicing ke segala arah. setelah melihat orang-orang yang sedang tidur dengan gaya-gaya yang tak pernah terlihat di televisi, aku ingin jalan-jalan menyusuri malam. dan mengamati hal-hal kecil. melihat warna yang gelap dan temaram. hitam, abu-abu, biru, jingga, kuning, kelabu. pernahkah kau mengamati awan di malam hari?
Friday, July 19, 2013
nyaman tak selalu indah
Terkadang bukan salah kita yang tak mampu berbuat apa-apa. namun apa yang dapat kita lakukan lagi jika semuanya telah ada tersaji dengan baik?
memang tak mudah beranjak dari suatu kenyamanan yang damai mengelus-elus kepala hati. berteduh dibalik bayang-bayang di antara terik mentari yang meletik menyengat. tak berbuat apa-apa namun tetap dapat makan, minum, tidur nyenyak..
Sungguh gawat. Jika terus-menerus seperti ini maka aku tak akan dapat berkembang!
menikmati kenyamanan memang tak salah. karena sifat dasar manusia memang punya keinginan untuk memuaskan diri.
tapi apa yang kita dapatkan dari kenyamanan itu sendiri?
apa pula arti semua ini jika tak ada yang dapat aku kontribusikan untuk lingkungan, terlebih untuk negeri ini mungkin? pernahkah kamu berpikir sejenak, kelak jika mati, apa yang akan dunia ini kenang darimu?
lagi-lagi aku diam. dan diam. terkadang mengingat masa lalu. ah..belum ada yang dapat aku perbuat dan bermanfaat untuk negeri tercinta ini. masa bodoh! persetan dengan masa lalu. kini aku berada di sebuah lingkungan yang memacuku untuk terus bergerak. mungkin memang aku yang beruntung, yang berada di keadaan dimana dapat memalingkan pandanganku dari kenyamanan dan kegelapan masa lalu.
aku mulai belajar untuk tak diam. walau sulit, sangat sulit. sampai banyak yang jengkel kepadaku, tapi aku masih belajar, untuk tak diam.
maka jika aku mulai merasa nyaman dan tenggelam, aku lebih baik menyingkir dari bayang-bayang gelap nan tinggi ini dan mencari cahaya agar dapat melihat dan merasakan terangnya alam semesta yang halus-kasar penuh kejutan.
Friday, June 28, 2013
universitas itu penjara
Jika boleh aku menyimbolkan, maka aku akan mengatakan kalau universitas sekarang adalah sebuah ''gedung pabrik'' yang mengolah manusia menjadi orang-orang bertenaga kerja ahli yang beretika, sopan, dan rapih (damn!).
hmmm tetapi not bad ya. keahlian-keahlian yang bisa kalian miliki dari perkuliahan tentunya dapat membantumu untuk bekerja sesuai kuliah yang kau dapatkan, akhirnya mendapatkan uang untuk makan, minum, membeli gadget, aplikasi, pulsa, berbelanja baju, tas, sepatu, dan membeli televisi yang menjelma jadi berhalamu dan membayar listrik untuk menonton tayangan artis favoritmu, atau berjalan-jalan berbelanja di sebuah mall besar di tengah kota.
tapi jika benar hanya itu yang dapat dilakukan, maka kalian tak beda dari sebuah robot pekerja yang tersetting oleh pemiliknya untuk membersihkan rumah!
"fokus kuliah, fokus kuliah, fokus kuliah, belajar, ingat orangtua yang membiayaimu, maka jadilah kau orang yang berguna" it's just a fvcking bullshit you know, hidup tidak hanya untuk kuliah, dan ilmu dalam jurusan perkuliahan yang kau jalani saat ini tidak seberapa jika kau memandang betapa luasnya dunia ini, betapa beragam macam hidup, betapa banyak yang dapat kau kerjakan di luar sistem gedung pabrik itu, dan betapa banyak teman yang dapat kau kenali dari berbagai sudut daerah.
hidup tidak hanya tentang ekonomi, tidak hanya tentang tidak hanya tentang teknik-teknik mesin, tidak hanya tentang ilmu politik, tidak hanya tentang ilmu hukum, tidak hanya tentang ilmu geografi, tidak hanya tentang ilmu sosial, tidak hanya tentang ilmu melukis, dan apalah yang kau dapati di kuliahmu itu.
universitas-universitas sekarang yang bergedung megah itu hanya memberikan ilmu-ilmu yang terbatas karena sistem universitas yang komersil. dosen mengajar karena dibayar, dan mereka hanya menuruti sistem-sistem yang berlaku. ilmu yang kita dapat merupakan ilmu yang terancang oleh dewan-dewan pendidikan, dipilah-pilah sesuai jurusan yang kita ambil. dan jika dalam universitas terdapat 30 jurusan, maka tidak ada separo ilmu dalam universitas yang kita dapat melalui satu jurusan perkuliahan yang kita jalani. kecuali kau kuliah 5 jurusan yang berbeda sekaligus!
universitas dalam makna bahasa berarti keseluruhan, harusnya memberikan ilmu yang universal yang berarti seluruh atau menyeluruh. dan kuliah berasal dari kata kuli artinya setiap. jadi, seharusnya sebagai mahasiswa(yang sebenarnya) yang menjalani kuliah harus mengerti ''setiap'' ilmu-ilmu yang universal, menyeluruh dalam kehidupan. maka manusia terbagi menjadi empat tipe. tipe pertama adalah orang yang mengerti sedikit tentang sedikit hal. yang kedua adalah orang yang mengerti banyak tentang sedikit hal, yang ketiga adalah orang yang mengerti sedikit tentang banyak hal, dan yang terakhir yaitu tipe orang yang mengerti banyak tentang banyak hal. yang terakhir inilah tipe yang tertinggi. nah, mau jadi orang yang seperti apa kamu, itu pure terserah kepalamu sendiri! bukan terserah teman, pacar, saudara, atau orang tua. karena orang tua bukan Tuhan.(itu pun kalau kamu masih percaya Tuhan). dan orangtua kita mengininkan kita hanya fokus kuliah pun karena turut termakan sistem-sistem yang berjalan mulus dalam kehidupan ini. terdoktrin bahwa dengan kuliah kita akan sukses, dengan ijazah kita bisa mudah mendapat pekerjaan. perkuliahan itu sekolah yang baik, yang menuntun kita menjadi pribadi yang lebih baik. dan orang tua kita memang menginginkan yang terbaik. dan kembali lagi, yang terbaik untuk diri adalah diri kita sendiri.
intinya yang saya tulis di sini adalah, jangan terpaku pada ilmu perkuliahan saja (jika tidak ingin jadi robot). cobalah mengalami hidup di luar kehidupan nyamanmu itu. carilah ilmu-ilmu di luar ilmu perkuliahan(yang membosankan itu). hilangkan ego yang merugikanmu itu, carilah teman dari berbagai lingkungan, dari berbagai negara, berbagai kelompok yang belum pernah kau masuki. turut belajar dengan teman yang punya keahlian lebih, berbagi dengan sesama. hidup menjadi manusia seutuhnya!
Saturday, March 16, 2013
sebuah lagu
Tuesday, December 25, 2012
Selamat berbahagia para sahabatku
anehnya, aku tidak merasa asing di sana. ya, karena teman-temanku itu adalah the true friend yang welcome kepada siapa dan sama sekali tidak mempersoalkan perbedaan macam apapun. mereka justru menghargai kami.
entah apa yang akan "mereka" katakan nanti jika "mereka" tau, aku tak peduli. toh Ibuku pun tidak masalah dengan hal itu.
teman-temanku itu, mungkin lebih tepatnya ku panggil dengan sebutan sahabat, mereka mengajarkanku tentang arti toleransi yang sebenarnya. kami saling mengalunkan kebahagiaan, bersalaman, kami merangkul, melebur dan menyatu seperti ombak yang saling menyahut di laut lepas. tapi ingat, mereka tetap menghargai kami.
Lalu aku terbangun dari mimpi dan disambut dengan alunan musik gambus sholawatan yang disetel Ibu sejak subuh..
Kelawan konco dulur lan tonggo (Kepada saudara muslimin muslimah)
Kang podho rukun podho trapsilo (Hiduplah rukun dengan sesama)
Iku sunnahe, Rasul kang mulyo (Itu yang disunnahkan)
Nabi Muhammad, Panutan Kito (Nabi Muhammad panunatan kita)
Monday, December 24, 2012
:)
aku tak peduli sembarang kata nyaring yang aku lontarkan terdengar atau tidak olehnya. yang jelas aku terus berusaha menjelaskannya lewat angin. aku berjalan dan berbicara nyaring. untuknya, yang sedang jauh menggapai mimpi..
Tuhan..semoga saja Tuhan mau mengabulkan. menyampaikan segala pengungkapan, kerinduan atas hangat dan canda kita. yang membuat iri sahabat-sahabat lain..
andai kau tau. andai kau tak jauh. andai kau ada disini menemani..
Sunday, December 23, 2012
pagi dan bunga
Aku ingin, melukis bunga dengan warna..Karena bunga itu simetris..dan selalu tersenyum menampakkan keindahan yang manis, merayu kumbang dan kupu-kupu..serta siapapun yang melihatnya..memanggil anak kecil itu untuk memetik, mencium, tersenyum..
Aku merindukan bunga..bunga dengan titik-titik embun memeluk ronanya. yang segar membangunkanku dari mimpi semalam. mengajak menyusuri dunia.
Pagi ini ku bertemu bunga..aku tak memetik, karena ia lebih indah berdampingan dengan hijau dan bening embun. mengagumkan. aku mencintai bunga. aku kan melukis bunga dengan warna..
jangan bahas lagi.
perfeksionitas yang mereka kejar. mereka berlomba-lomba mendapat nilai bagus lewat tugas itu. dan aku? hmm boro-boro. setelah mendapat nilai C dari seorang dosen yang menandai aku itu, rasanya akan tidak kaget kalau aku mendapat C lewat dosen lain. haha (aa semoga saja tidak!)
andai mereka tau kalau yang aku kerjakan hanya seperti mengunyah sarapan. namun kali ini sarapan dengan ikan bakar yang sudah dingin. maka perlu penyesuaian bagi otak untuk merubah ikan menjadi hangat. (ah, analogi macam apa ini) Prekk dengan itu, aku tetap melahapnya untuk mengenyangkan perut. dan tugasku pun selesai! hahaha mudah bukan :p
cukup untuk membicarakan tugas itu lagi, aku menyelesaikannya cepat-cepat bukan untuk dibahas lama-lama. rasanya hal itu seperti mimpi buruk yang harus segera dilupakan. kalau kalian penasaran tentang apa tugas itu? jawabannya adalah tugas kuliah untuk membuat fenomena simpel menjadi bertele-tele dengan banyak basa-basi dan analisis yang kaku.
Saturday, December 22, 2012
setitik bintang
kepul asap menghias temaram.
jiwa terhanyut dalam keadaan dramatisme romantis.
pikiran terbang dengan mengepak sayap angan..
Memegang pena yang anggun, aku hanya terdiam.
sembari menikmati seksi kopi malam.
ditemani setitik bintang.
yang bersikeras menembus petang..
Tuesday, November 6, 2012
uts
Aku rasa UTS sebenarnya hanya pendekatan dosen kepada mahasiswa saja. karena mereka nganggur dan nggak ada kerjaan di tengah-tengah semester. mereka juga bosen terus-terusan ngajar. jadi, mereka ingin tau keadaan muridnya yang selama ini mereka ajar dan ingin mengetahui saja seberapa kemampuan mereka. nah untuk membantu mereka, lebih baik kita menuliskan lebih banyak curhat untuk dosen dalam lembar UTS.
Hari ini aku bertemu dengan sebuah mata kuliah dengan UTS model take home yang proses pengerjaannya dirumuskan selama tiga hari pengerjaan. tidak usah dibayangkan seberapa banyak lembaran kertas atau huruf yang terketik. yang jelas saya pusing. karena lusa harus sudah dikumpulkan.
oke ini refreshing saja. aku mau meneruskan melintasi rintangan perkuliahan dulu. :p
Semangat!